Tetap Tegar & Tersenyum

Membohongi orang lain itu mudah. Lebih mudah dari pada membohongi diri sendiri. Bagi aku, itu susah. Aku harus tersenyum walau hakikatnya hati aku begitu pedih. Aku benci keramaian, karena d’dalam keramaian, aku merasa kesepian. Aku butuh ketenangan. Namun tak ada yang mengerti. Yach, aku mungkin capek dengan kelakuan mereka. Tapi, aku mencoba bangkit dari semua ini. Karena aku tau, ada hati yang lebih terluka dari pada aku. Aku ingin belajar dari ini semua. Semua yang terjadi padaku. Aku ingin menjadi dewasa. Bukan hanya tubuhnya saja yang dewasa. Tapi juga pemikiranku. Aku tak ingin menjadi giri bagi mereka, tapi aku ingin mengajari mereka, bagaimana untuk tegar dan tetap tersenyum.

Siswa Nakal kena Razia

Remaja masa kini memang tidak bisa dijauhkan dengan alat komunikasi masa kini. Remaja satu inipun nekad membawa alat komunikasi genggam ke sekolahnya. Tidak tau untuk apa, tapi pada Kamis (26/01/12) restenfour ini terlibat razia yang diadakan dadakan oleh guru BP MA AL HIKMAH 2, yaitu Bu Mico Yosepin yang biasa dipanggil Bu Miko oleh anak-anak didiknya. Razia itu hanya dilakukan di kelas X IPS 4. Kemungkinan ada salah satu siswa yang mengadukannya kepada Guru BP. Sehingga pada jam terakhir Bu Miko datang dan langsung melakukan razia. Selang beberapa hari, ada seorang Ibu yang memanggil restenfour, putrinya. Dugaan, Ibu tersebut dipanggil BP untuk mengambil barang sitaan yang dibawa oleh putrinya ke sekolah.

Nb: restenfour = remaja X sos 4

Tiada yang mengerti Aku, Begitu pula Diriku.

aku adalah anak pertama yang lahir dari Ayah dan Ibuku. Aku dilahirkan pada 28 Agustus 1995. Aku dilahirkan dengan berbagai sifat yang diwariskan oleh Ayah dan Ibu. Aku dikenal ramah sama dengan Ibu. Aku egois, pemarah, galak sama dengan Ayah. Ea, Ayah lebih banyak mewariskan sifatnya kepadaku. Tapi, ada satu hal yang aku heran. dan menjadi pertanyaanku cLama ini. Dari siapakah sifat Individualis aku ? Ibuku orang yang ramah, murah senyum, dan banyak teman. Ibu cLalu dibutuhkan oleh teman-temannya. Ayah, Ayahku orangnya baik, dan banyak teman. Ayah juga cLalu dibutuhkan oleh teman-temannya. Tapi aku? Mungkin aku mempunyai kelebihan tersendiri untuk ini. Pertama kenal dengan teman, “baik-baik saja”, semua berjalan dengan sendirinya tanpa ada problem. lama-lama, mereka menjauhdan senyumnya kepadakubegitu mahal. Dan semakin lama, aku sendiri. Tak ada yang menemani. Bagaikan Pungguk merindukan Rembulan. Aku coba tuk mencari apakah alasan mereka sebenarnya. Namun hasilnya “NIHIL”. mereka berkata “tidak ada apa-apa. aku juga nggak marah”. perkataan itulah yang aku bingungkan. mereka berkata tak ada apa-apa. Tapi kelakuan mereka membuat aku aneh dan menjadi paling aneh dari yang lain. Aku mungkin bisa bertahan didunia Islamiyah ini. Tapi aku bisa menjadi gila karena kelakuan mereka. Sewaktu dirumah, aku suka menyendiri dikamar dengan pegangan hp dan gitar. Aku cukup dengan itu. Seandainya harus kumpul, aku cLalu bersam 2 sahabat kecilku yang benar-benar setia menemaniku dan menegrti akan sifatku. bahkan segala sifatku. mereka bernama Setiyani dan Nuryani. Aku sangat cukup dengan mereka. Aku bahagia bersama mereka semenjak kelas 5 SD. Namun sekarang, saat kami berpisah. Dan aku harus hijrah untuk mencari ilmu. Yang memaksa aku harus berpisah dengan orang-orang yang aku cintai.